{"id":1866,"date":"2026-01-04T21:54:13","date_gmt":"2026-01-04T14:54:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/?p=1866"},"modified":"2026-01-04T23:18:50","modified_gmt":"2026-01-04T16:18:50","slug":"sains-dalam-sinema-efektivitas-video-demonstrasi-untuk-edukasi-konservasi-mangrove","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/?p=1866","title":{"rendered":"Sains dalam Sinema: Efektivitas Media Pembelajaran untuk Edukasi Konservasi Mangrove"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>TANJUNGPINANG<\/strong> \u2013 Pendidikan lingkungan hidup sering kali terbentur tembok tebal antara teori di dalam kelas dan realitas di lapangan. Di SMAN 6 Tanjungpinang, para siswa hidup berdampingan dengan ancaman abrasi yang menggerus pesisir Sebauk Laut, namun kurikulum konvensional belum cukup membekali mereka dengan keterampilan teknis untuk melawannya<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Niat baik untuk menjaga alam sering kali kandas karena ketidaktahuan mengenai prosedur saintifik restorasi ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyadari kesenjangan pedagogis ini, tim peneliti dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menawarkan solusi yang mengubah paradigma pembelajaran konservasi: sebuah video demonstrasi berbasis riset yang dirancang khusus sebagai media edukasi interaktif<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Transformasi Media Pembelajaran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di era digital, papan tulis dan ceramah tak lagi cukup untuk menjelaskan kompleksitas ekosistem pesisir. Inovasi yang dikembangkan oleh Rita Fitriani dan timnya ini memanfaatkan kekuatan media visual untuk menjembatani pemahaman siswa yang abstrak menjadi konkret<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Video ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah wahana belajar yang menghubungkan dua disiplin ilmu: biologi (teknik penanaman) dan fisika (mekanisme peredaman energi gelombang)<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui layar media digital, siswa diajak &#8220;turun ke lapangan&#8221; secara virtual. Mereka tidak hanya diajarkan cara menancapkan bibit, tetapi juga divisualisasikan <em>mengapa<\/em> teknik tertentu\u2014seperti pengaturan jarak tanam 0,5 meter\u2014sangat krusial untuk memecah energi ombak yang menghantam pantai<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Pendekatan ini mengubah cara pandang siswa: dari sekadar menanam pohon, menjadi memahami arsitektur pertahanan pantai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kualitas sebuah media pembelajaran tidak bisa hanya diukur dari estetika, tetapi dari validitas materi yang disampaikan. Menggunakan pendekatan pengembangan ADDIE (<em>Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation<\/em>), media ini telah melewati uji kelayakan yang ketat<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil evaluasi menunjukkan efektivitas tinggi. Para ahli materi memberikan skor <strong>91,67%<\/strong>, memastikan bahwa setiap langkah prosedural dalam video tersebut akurat secara ilmiah<sup><\/sup>. Sementara itu, dari sisi media, skor <strong>97,9%<\/strong> menegaskan bahwa kualitas audio, visual, dan tata letak teks sangat efektif dalam memfasilitasi proses belajar siswa<sup><\/sup>. Masukan konstruktif dari para ahli, seperti pentingnya memvisualisasikan jarak tanam dan membersihkan gangguan visual, telah diintegrasikan untuk memaksimalkan fokus belajar<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Membangun Literasi Lingkungan Masa Depan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran video demonstrasi ini menandai langkah maju dalam pendidikan lingkungan di wilayah kepulauan. Media ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan efektif untuk menanamkan kesadaran ekologis<sup><\/sup>. Dengan panduan visual yang tervalidasi, para siswa kini memiliki akses ke pengetahuan teknis yang benar untuk melakukan aksi nyata. Ini adalah tentang mencetak generasi baru yang tidak hanya peduli, tetapi juga kompeten dalam menjaga benteng hijau pesisir mereka<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Identitas Publikasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Judul Paper:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Educational media for coastal sustainability: validation of a mangrove planting video linking wave energy dissipation and ecosystem restoration<\/em> <sup><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penulis:<\/strong> Rita Fitriani\u00b9, Dios Sarkity\u00b2, Adam Fernando\u00b2, Rika Anggraini\u00b3, Dea Stivani Suherman, Steva Dara Putri\u00b9, dan Muhamad Al Rasyid\u00b9.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Afiliasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kepulauan Riau, Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li>Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kepulauan Riau, Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li>Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kepulauan Riau, Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li>Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Indonesia.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tautan DOI:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=https:\/\/doi.org\/10.1088\/1755-1315\/1559\/1\/012008\">10.1088\/1755-1315\/1559\/1\/012008<\/a> <sup><\/sup><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANJUNGPINANG \u2013 Pendidikan lingkungan hidup sering kali terbentur tembok tebal antara teori di dalam kelas dan realitas di lapangan. Di SMAN 6 Tanjungpinang, para siswa hidup berdampingan dengan ancaman abrasi yang menggerus pesisir Sebauk Laut, namun kurikulum konvensional belum cukup membekali mereka dengan keterampilan teknis untuk melawannya. Niat baik untuk menjaga alam sering kali kandas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":1867,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","_kadence_starter_templates_imported_post":false,"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[19],"tags":[18],"class_list":["post-1866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian","tag-penelitian"],"acf":[],"taxonomy_info":{"category":[{"value":19,"label":"Penelitian"}],"post_tag":[{"value":18,"label":"Penelitian"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/TP_11-1024x563.jpeg",1024,563,true],"author_info":{"display_name":"Editor Web FKIP","author_link":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/?author=6"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":19,"name":"Penelitian","slug":"penelitian","term_group":0,"term_taxonomy_id":19,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw","cat_ID":19,"category_count":3,"category_description":"","cat_name":"Penelitian","category_nicename":"penelitian","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":18,"name":"Penelitian","slug":"penelitian","term_group":0,"term_taxonomy_id":18,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1866"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1869,"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1866\/revisions\/1869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.umrah.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}